Pendaki Paruh Baya Dilaporkan Tewas di Gunung Rinjani

Pelita Rakyat – Seorang pendaki paruh baya Desa Santong Kecamatan Kayangan Lombok Utara di Nusa Tenggara Barat (NTB) inisial P (45) dilaporkan tewas saat mendaki Gunung Rinjani, Selasa (25/4/2023).

Korban diketahui mendaki lewat jalur Santong-Pelawangan Senaru pukul 03.00 Wita.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dwi Pangestu mengatakan, korban melakukan pendakian lewat jalur yang tidak resmi dipergunakan para pendaki.

“Jadi bukan pendakian resmi. Kalaupun ada yang mau melakukan kegiatan ritual, kita ada jalur religi. Itulah jalur Torean. Jadi kita arahkan ke jalur Torean. Kalau Santong itu bukan jalur resmi,” katanya saat dikonfirmasi IDN Times.

Dwi mengatakan, jalur Santong merupakan rute pendakian tidak resmi direkomendasikan pihak TNGR. Ini membuat jalurnya tidak dikenakan tiket pendakian termasuk asuransi bagi pendaki yang mengalami kecelakaan.

Pihak BTNGR sudah meresmikan sebanyak 6 jalur yang direkomendasikan untuk dipergunakan para pendaki Gunung Rinjani.

Dalam proses pengumpulan informasi, Dwi mengantongi data di mana korban merupakan setempat yang akan melakukan ritual pengobatan. “Kita baru tahu juga dia melalui jalur Santong sekitar Gunung Malang infonya. Masyarakat sekitar yang mau berobat atau apa, itu infonya dari teman-teman di lapangan,” ungkap Dwi.

Karenanya, Dwi mengimbau agar ke depannya masyarakat memperhatikan ketentuan dasar dalam pendakian. Di mana salah satunya mendaki lewat jalur resmi sudah ditentukan pihak pengelola.

TNGR membuka kembali 6 jalur pendakian Gunung Rinjani pada 1 April 2023 lalu, yakni Torean, Senaru, Sembalun, Aik Berik, Timbanuh, dan Tete Batu.

Pendaki dapat melakukan booking tiket pendakian secara online melalui aplikasi e-Rinjani.

“Itu ada asuransinya dan terpantau oleh petugas untuk data diri dan sebagainya. Jalur pendakian resmi selalu dimonitor teman-teman di lapangan. Kita harapkan masyarakat juga mematuhi aturan pendakian yang sudah ada di TNGR melalui jalur resmi,” harapnya.

Pihak TNGR sempat menutup jalur pendakian Gunung Rinjani pada 1 Januari hingga 31 Maret 2023. Kuota pendakian ke Gunung Rinjani kembali normal, yaitu sebanyak 700 pendaki per harinya dari masing-masing 6 pintu masuk jalur pendakian resmi.

Durasi kunjungan wisata alam non pendakian dapat dilakukan setiap hari, sedangkan untuk kunjungan wisata pendakian selama 4 hari 3 malam.

Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai