PELITA RAKYAT- Telah terjadi banjir bandang di Dusun Lendang Luar, Desa Malaka, Lombok Utara pada Minggu (16/10/2022). Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Lombok Utara pada hari itu menyebabkan sejumlah rumah terendam banjir. Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu menyinggung keberadaan vila di bukit yang menyebabkan tak ada pohon yang menampung air hujan.
Salah satu korban bernama Sagir mengaku dirinya mendengar suara gemuruh dari arah gunung sebelum terjadi banjir bandang pada Minggu (16/10). “Saya sedang berdiri di halaman rumah, tiba-tiba ada suara gemuruh dari gunung, saya langsung membawa anak dan istri saya untuk menyelamatkan diri,” katanya seperti dikutip dari ANTARA pada Senin (17/10/2022).
Dia mengatakan bahwa dirinya langsung mengevakuasi diri dan keluarganya ke dataran tinggi. Ia menambahkan saat ini dirinya bersama keluarga mengungsi ke tempat pengungsian sementara.
Sebanyak 474 kepala keluarga Terdampak
Sementara itu, sebanyak dua rumah milik warga Dusun Lendang Luar, Desa Malaka, ambruk karena diterjang banjir bandang.
Sekretaris Desa Malaka, Marwan menjelaskan sebanyak 474 Kepala Keluarga (KK) dari empat dusun terdampak banjir bandang, salah satu rumah warga di Dusun Lendang Luar, rusak parah.
“Ada dua rumah warga yang rusak parah akibat banjir bandang, salah satunya di Dusun Lendang Luar, semua barang hanyut dibawa arus air termasuk uang dan surat-surat penting,” katanya.
Selain itu, rumah korban tepat berada di pinggir aliran sungai yang mengakibatkan rumah diterjang aliran sungai. “Bangunan rumah ini tepat berada di aliran sungai, sehingga itu yang membuat bangunannya rusak parah,” katanya.
12 rumah rusak berat
Tenggara Barat, rusak berat akibat diterjang banjir bandang. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam bencana itu, namun kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kepala Desa (Kades) Malaka, Akmaludin, di Malaka, Senin mengatakan, bencana longsor dan banjir yang menerjang kawasan itu diduga dipicu akibat gempa yang terjadi pada 2018, sehingga setiap tahun terjadi banjir di kawasan tersebut karena tanahnya masih labil.
“12 rumah warga rusak berat, diduga dampak dari getaran gempa yang terjadi tahun 2018 lalu, tanahnya juga masih labil, jadi setiap tahun pasti banjir,” katanya.
Rumah lain terancam rusak
Petugas saat ini masih melakukan asesmen dan penanganan di lokasi kejadian serta tetap mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dengan berbagai potensi kebencanaan.
Ia menambahkan tanah longsor dan banjir yang menerjang wilayahnya mengakibatkan 473 kepala keluarga (KK) atau 1.482 jiwa terpaksa diungsikan ke lokasi yang tidak terkena banjir.
Selain mengakibatkan 12 rumah warga rusak berat, kata Akmaludin, tanah longsor dan banjir juga menyebabkan puluhan rumah warga terancam. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan lebih lanjut. Dan untuk pembangunan atau perbaikan rumah warga yang rusak berat tersebut segera ditindak lanjuti.
“Kami berharap pemerintah daerah segera bertindak,” katanya.
Bupati singgung banyaknya vila di bukit
Sementara itu, Djohan Sjamsu menyinggung banyaknya vila yang berada di pebukitan pasca musibah bencana banjir bandang di empat dusun Desa Malaka pada Minggu (16/10).
“Bagaimana nantinya kita atur supaya di gunung ini tidak terlalu banyak vila dan lebih banyak lagi pepohonan, karena warga yang tinggal di bawah kasihan,” katanya di sela-sela penyerahan bantuan untuk korban banjir di Desa Malaka, Senin (17/10/2022)
Ia juga meminta warga untuk tidak menebang kayu sembarangan di pebukitan serta membuka saluran air ke lalut. “Kami akan menanam bibit pohon juga untuk mencegah terjadinya longsor,” tandasnya.
“Warga harus menanamkan kesadaran untuk menjaga lokasi sendiri,” katanya.
Air berasal dari bukit setangi
Banjir bandang menerjang empat dusun di Desa Malaka, Lombok Utara dan menyebabkan 420 kepala keluarga (KK) harus diungsikan. Kepala Desa Malaka, Akmaludin menyebutkan empat dusun itu, yakni, Setangi, Nipah, Lendang Luar dan Badung.
“Banjir bandang setinggi lutut orang dewasa menerjang rumah warga,” katanya.
Sebanyak lima rumah, yakni, di Dusun Lendang Luar, Dusun Badung dan Dusun Setangi roboh. Ia menyebutkan banjir bandang itu akibat dari hujan lebat yang melanda kawasan tersebut sejak Minggu (16/10) pukul 14.00 WITA sampai berita ini diturunkan.
“Air berasal dari Bukit Setangi setelah hujan melanda dari siang hari,” katanya.(IDN)



Tinggalkan komentar